Interpretasi Manajerial terhadap Financial Distress: Bukti dari Industri Pembiayaan
DOI:
https://doi.org/10.32493/jee.v8i3.59624Keywords:
Financial Distress, Interpretasi Manajerial, Sensemaking, Compliance, Digital Accounting, Industri PembiayaanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman konseptual mengenai financial distress sebagai fenomena interpretatif yang dibentuk oleh interaksi antara proses kognitif manajerial, sistem digital, dan tekanan institusional dalam industri pembiayaan. Berbeda dengan pendekatan konvensional berbasis rasio keuangan yang cenderung reduksionis, penelitian ini mengadopsi perspektif sensemaking untuk menjelaskan bagaimana manajer menginterpretasikan sinyal risiko dan meresponsnya secara strategis dalam kondisi ketidakpastian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multi-case study, melibatkan 12 informan yang terdiri dari manajer keuangan, risk management, dan compliance officer. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga mekanisme utama, yaitu: (1) interpretive framing terhadap sinyal financial distress, (2) digital mediation dalam pembentukan persepsi risiko, dan (3) institutionalized Compliance sebagai faktor pengarah respons organisasi. Temuan ini menunjukkan bahwa financial distress tidak hanya merupakan kondisi objektif berbasis indikator keuangan, tetapi juga hasil konstruksi interpretatif yang dipengaruhi oleh pengalaman, teknologi, dan tekanan regulasi. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis dengan mengintegrasikan perspektif Sensemaking dan institutional theory dalam literatur financial distress, serta memberikan implikasi praktis dalam pengembangan early warning system berbasis interpretasi manajerial.
References
Altman, E. I. (1968). Financial ratios, discriminant analysis and the prediction of corporate bankruptcy. The Journal of Finance, 23(4), 589–609. https://doi.org/10.1111/j.1540-6261.1968.tb00843.x
Balcaen, S., & Ooghe, H. (2006). 35 years of studies on business failure: An overview of the classic statistical methodologies and their related problems. European Journal of Operational Research, 170(3), 763–787. https://doi.org/10.1016/j.ejor.2005.08.001
Beaver, W. H. (1966). Financial ratios as predictors of failure. Journal of Accounting Research, 4, 71–111. https://doi.org/10.2307/2490171
Bellovary, J. L., Giacomino, D. E., & Akers, M. D. (2007). A review of bankruptcy prediction studies: 1930 to present. Journal of Financial Education, 33, 1–42.
Bhimani, A. (2020). Digital data and management accounting: Why we need to rethink research methods. Accounting and Business Research, 50(1), 69–80. https://doi.org/10.1080/00014788.2019.1671730
Bhimani, A., & Willcocks, L. (2014). Digitisation, ‘Big Data’ and the transformation of accounting information. Accounting and Business Research, 44(4), 469–490. https://doi.org/10.1080/00014788.2014.910051
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
DiMaggio, P. J., & Powell, W. W. (1983). The iron cage revisited: Institutional isomorphism and collective rationality in organizational fields. American Sociological Review, 48(2), 147–160. https://doi.org/10.2307/2095101
du Jardin, P. (2018). Failure pattern-based ensembles applied to bankruptcy forecasting. European Journal of Operational Research, 270(2), 729–745. https://doi.org/10.1016/j.ejor.2017.04.043
Granlund, M. (2011). Extending AIS research to management accounting and control issues: A research note. International Journal of Accounting Information Systems, 12(1), 3–19. https://doi.org/10.1016/j.accinf.2010.11.001
Hamid, A. A. (2026a). Corporate financial management & investment analysis. CV Bravo Press Indonesia.
Hamid, A. A. (2026b). Obligasi korporasi di Bursa Efek Indonesia: Konsep, risiko, dan kinerja perusahaan. CV Bravo Press Indonesia.
Kaplan, R. S. (2011). Conceptual foundations of the balanced scorecard. Handbooks of Management Accounting Research, 3, 1253–1269. https://doi.org/10.1016/B978-0-08-055450-3.00007-2
Maitlis, S., & Christianson, M. (2014). Sensemaking in organizations: Taking stock and moving forward. Academy of Management Annals, 8(1), 57–125. https://doi.org/10.5465/19416520.2014.873177
Maitlis, S., & Sonenshein, S. (2010). Sensemaking in crisis and change. Journal of Management Studies, 47(3), 551–580. https://doi.org/10.1111/j.1467-6486.2010.00908.x
Moll, J., & Yigitbasioglu, O. (2019). The role of internet-related technologies in shaping the work of accountants: New directions for accounting research. Accounting, Organizations and Society, 79, 101066. https://doi.org/10.1016/j.aos.2018.09.002
Scott, W. R. (2014). Institutions and organizations: Ideas, interests, and identities (4th ed.). SAGE Publications.
Tinoco, M. H., & Wilson, N. (2013). Financial distress and bankruptcy prediction among listed companies using accounting, market and macroeconomic variables. International Review of Financial Analysis, 30, 394–419. https://doi.org/10.1016/j.irfa.2013.02.013
Weick, K. E. (1995). Sensemaking in organizations. SAGE Publications.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi Efektif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta artikel dan menyerahkan kepada jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah di bawah persyaratan Atribusi 4.0 Internasional (CC BY 4.0)
yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas karya awalnya publikasi dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).



