ANALISIS KELAYAKAN NILAI TAHANAN SISTEM PENTANAHAN PADA GEDUNG LABORATORIUM DO - 160 BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL

Authors

  • Asep Bahtiar Universitas Pamulang
  • Hedy Aditya Baskhara Universitas Pamulang

DOI:

https://doi.org/10.32493/yepei.v1i2.48871

Abstract

Sistem pentanahan berfungsi sebagai pengaman langsung terhadap peralatan –peralatan dan manusia. Pada penelitian ini dilakukan kegiatan pengukuran nilai dari sistem pentanahan yang terpasang pada gedung lab DO -160 Pusat Riset Teknologi Penerbangan - BRIN. Fungsi dari pengukuran ini adalah untuk mengetahui pentanahan dilokasi penelitian apakah sudah sesuai Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL). Gedung lab DO -160 memiliki 4 titik pentanahan diantaranya untuk peralatan listrik tegangan tinggi, pentanahan Electromagnetic Compatibility (EMC), pentanahan penangkal petir, pentanahan instrumentasi atau alat uji. Sistem pentanahan harus didukung dengan nilai pentanahan yang telah di persyaratkan oleh PUIL yaitu dibawah 5 Ω, kecuali pentanahan EMC dipersyaratkan 1 Ω . Pengujian pentanahan dilakukan menggunakan earth tester  model kyoritsu 4105 A. Hasil lapangan setelah dilakukan pengukuran  didapatkan nilai  rata- rata pentanahan pada peralatan listrik tegangan tinggi sebesar 11,305 Ω, pentanahan EMC 0,324 Ω, pentanahan penangkal petir 2,259 Ω, pentanahan instrumentasi atau alat uji 0,547 Ω. Dari hasil pentanahan pada gedung lab DO -160 di Pusat Riset Teknologi Penerbangan - BRIN yang beralamat di Sukamulya Rumpin Bogor terdapat 1 pentanahan belum memenuhi persyaratan PUIL, Setelah  dilakukan perhitungan untuk merekomendasikan tahanan pada peralatan listrik tegangan tinggi dibutuhkan tahanan pentanahan sebanyak 3 batang tembaga dengan diameter 5/8  inci panjang masing – masing 3 meter disusun paralel, hasil perhitung 3,016 Ω dan nilai tersebut sudah memenuhi persyaratan standar sesuai PUIL.

Downloads

Published

2025-05-04