Sinergi Manajemen SDM dan Keuangan Untuk Pengendalian DBD Berkelanjutan
DOI:
https://doi.org/10.32493/jmab.v6i1.62437Keywords:
Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Keuangan Komunitas, Pengendalian Demam Berdarah Dengue, Kader Jumantik, Keberlanjutan ProgramAbstract
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan Model RW Mandiri Sehat (RW-MS) melalui lima tahap: advokasi dan sosialisasi, diagnosa organisasi (baseline assessment), intervensi kapasitas manajerial dan literasi keuangan, implementasi terpandu berbasis digitalisasi pelaporan, serta monitoring dan strategi keberlanjutan, yang melibatkan kurang lebih 30 kader dan pengurus RW dari 6 Rukun Tetangga (RT). Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman manajerial kader, tersusunnya struktur organisasi matriks berbasis kompetensi, serta rintisan skema pendanaan mandiri melalui dana sehat RW dan program bank sampah. Secara praktis, model ini memberi pengurus RW panduan konkret untuk mengelola kader dan dana kesehatan secara mandiri tanpa bergantung penuh pada instruksi maupun stimulan instansi kesehatan formal, sehingga berpotensi direplikasi oleh RW lain dengan karakteristik serupa. Luaran kegiatan berupa model tata kelola RW yang mandiri dan kompeten, mampu menjaga Angka Bebas Jentik (ABJ) di atas 95% secara berkelanjutan.
References
Afnan, M., & Shaluhiyah, Z. (2020). Analisis kepemimpinan tokoh masyarakat dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(4), 512–518.
Anggraini, D. R., Huda, S., & Agushybana, F. (2021). Faktor perilaku dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah endemis Kota Semarang. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 12(2), 344–351. https://doi.org/10.26751/jikk.v12i2.1080
Basri, H., & Efendi, M. (2021). Akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan desa sebagai upaya peningkatan kepercayaan masyarakat. Jurnal Wacana Kinerja, 24(2), 88–101.
Chandra, E., Zunidra, Z., & Ariyadi, B. (2022). Pemberdayaan masyarakat melalui pemicuan pemberantasan sarang nyamuk. Jurnal Pengabdian Meambo, 1(2), 188–195. https://doi.org/10.56742/jpm.v1i2.33
Dessler, G. (2020). Human resource management (16th ed.). Pearson.
Dharmakarja, I. G. M. A., Kusuma, I. G. K. C. B. A., & Putra, C. M. (2020). Pengaruh partisipasi masyarakat dan akuntabilitas keuangan desa terhadap persepsi anggaran pendapatan dan belanja desa. Jurnal Manajemen Keuangan Publik, 4(1), 1–12.
Edvardsson, I. R., & Durst, S. (2021). Human resource management in crisis situations: A systematic literature review. Sustainability, 13(22), 1–17. https://doi.org/10.3390/su132212406
Farida, D., & Farradika, Y. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus pada masyarakat Kecamatan Kalideres Kota Jakarta Barat tahun 2022. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 1–10.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Profil kesehatan Indonesia 2020. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Pedoman perencanaan dan penganggaran bidang kesehatan tingkat daerah. Sekretariat Jenderal Kemenkes RI.
Kurniawati, R. D., Rohmawaty, I., & Sutriyawan, A. (2022). Hubungan persepsi dan motivasi dengan pemberantasan sarang nyamuk 3M Plus sebagai upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue. Jurnal Kesehatan Indonesia, 13(1), 20–29. https://doi.org/10.33657/jurkessia.v13i1.362
Mardiasmo. (2021). Akuntansi sektor publik. Andi.
Norisa, F. V., & Sukendra, D. M. (2022). Evaluasi program pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue pada masa pandemi Covid-19 (Studi kasus di Puskesmas Temanggung). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(6), 633–642. https://doi.org/10.14710/jkm.v10i6.36429
Oktaria, M., & Alexandro, R. (2021). Pengaruh akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan APBDesa. Edunomics Journal, 2(2), 64–72.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan. (2026, Februari). Capaian program sertifikasi RW bebas jentik demam berdarah dengue Kota Tangerang Selatan. Pokjanal DBD Kota Tangerang Selatan.
Putri, A. R., & Setiawan, B. (2022). Efektivitas insentif non-finansial terhadap loyalitas kader kesehatan: Sebuah tinjauan manajemen SDM. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 25(1), 30–42.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2021). Organizational behavior (18th ed.). Pearson.
Setyaningrum, E., Nukmal, N., Nurcahyani, N., & Hermanto, B. (2022). Upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah melalui metode PSN 3M Plus pada ibu-ibu PKK Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Labuhan Ratu Bandarlampung. Buguh: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(3), 1–8. https://doi.org/10.23960/buguh.v2n3.1160
Suryani, N. M., & Suprasto, H. B. (2021). Kompetensi aparatur desa, komitmen organisasi, kejelasan sasaran anggaran dan akuntabilitas pengelolaan dana desa. E-Jurnal Akuntansi, 31(8), 2011–2027.
Sutriyawan, A., Kurniawati, R. D., & Rahmawati, S. R. (2022). Faktor yang mempengaruhi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui 3M Plus dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(1), 23–32.
Syahputra, R., & Handayani, W. (2022). Digitalisasi sistem pelaporan jentik nyamuk: Transformasi kader kesehatan di era 4.0. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 7(3), 150–158.
World Health Organization. (2020). Community-based health financing: A guide for policy makers. WHO Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas karya awalnya publikasi dalam jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan ( Lihat The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.








2.jpg)





.png)