PENGARUH DIGITAL MINDSET DAN WORK-LIFE INTEGRATION TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN GENERASI MILENIAL
Keywords:
Kepuasan KerjaAbstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara fundamental pola kerja, cara berpikir, serta ekspektasi karyawan terhadap lingkungan kerja modern. Dalam konteks generasi milenial, yang kini menjadi kelompok dominan di dunia kerja, kemampuan beradaptasi terhadap digitalisasi dan kemampuan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi aspek penting dalam menentukan kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Digital Mindset dan Worklife Integration terhadap Kepuasan Kerja karyawan generasi milenial di Jakarta Barat. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif-asosiatif dengan jumlah responden sebanyak 37 karyawan generasi milenial yang bekerja di berbagai sektor di wilayah Jakarta Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima poin. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 26, yang mencakup uji reliabilitas, uji validitas, uji F (simultan), dan uji t (parsial).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Digital Mindset berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Kepuasan Kerja, sementara Worklife Integration juga berpengaruh positif namun tidak signifikan. Namun, secara simultan kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja dengan nilai R² sebesar 0,747, yang berarti bahwa kombinasi keduanya mampu menjelaskan 74,7% variasi perubahan pada kepuasan kerja karyawan milenial. Temuan ini menegaskan bahwa adaptasi terhadap teknologi digital dan kemampuan mengelola integrasi antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi faktor penting dalam membangun kepuasan kerja yang berkelanjutan. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat konsep digital human resource management yang menekankan pentingnya pola pikir digital dan kesejahteraan psikologis karyawan dalam organisasi modern. Sementara secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perusahaan di wilayah perkotaan, khususnya Jakarta Barat, untuk memperkuat budaya kerja digital yang adaptif dan menciptakan kebijakan fleksibilitas kerja yang mendukung keseimbangan kehidupan karyawan
References
Allen, T. D., Johnson, R. C., Kiburz, K. M., & Shockley, K. M. (2013). Work–Family Conflict and Flexible Work Arrangements: Deconstructing Flexibility. Personnel Psychology, 66(2), 345– 376. https://doi.org/10.1111/peps.12012
Berkery, E., Morley, M. J., Tiernan, S., & Purtill, H. (2022). Work–Life Integration in the Digital Era:
Impacts on Job Satisfaction. Journal of Business Research, 148, 456–468.
Bohorquez, E., & Esteves, J. (2023). Digital Mindset and Employee Performance: Mediating Role of Technological Adaptability. Information Systems Frontiers, 25(2), 567–582.
Clark, S. C., Peters, J., & Butterfield, L. (2021). Integrating Work and Life: The Role of Organizational Support. Human Resource Management Review, 31(3).
Greenhaus, J. H., & Allen, T. D. (2011). Work–Family Balance: A Review and Extension of the
Literature. Journal of Management, 37(1), 10–39. https://doi.org/10.1177/0149206310386164
Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2021). A Primer on Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) (3rd ed.). Sage Publications.
Leonardi, P. M., & Neeley, T. (2022). The Digital Mindset: What It Really Takes to Thrive in the Age of Data, Algorithms, and AI. Harvard Business Review Press.
PwC. (2023). Global Workforce Hopes and Fears Survey 2023. PwC Research Report.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Organizational Behavior (18th (ed.)). Pearson Education Limited.
Westerman, G. (2018). Your Company Doesn’t Need a Digital Strategy. MIT Sloan Management Review, 59(3), 57–65.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.