Analisis Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Dalam Mendukung Pengendalian Internal dan Akuntabilitas pada Yayasan Tunas Insan Mulia Sawangan Depok
Keywords:
Sistem Informasi Akuntansi, Pengendalian Internal, Akuntabilitas, YayasanAbstract
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem informasi akuntansi keuangan dalam mendukung pengendalian internal dan akuntabilitas pada Yayasan Tunas Insan Mulia Sawangan Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan keuangan yayasan. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Tunas Insan Mulia Sawangan Depok telah menerapkan sistem informasi akuntansi keuangan yang mencakup proses penerimaan dan pengeluaran kas serta penyusunan laporan keuangan secara periodik. Sistem tersebut telah membantu pengelolaan keuangan yayasan, namun belum berjalan secara optimal. Beberapa kelemahan yang ditemukan antara lain belum terintegrasinya sistem pencatatan keuangan, belum optimalnya pemisahan tugas, serta keterbatasan pemanfaatan teknologi informasi. Kondisi tersebut berdampak pada efektivitas pengendalian internal dan tingkat akuntabilitas keuangan yayasan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penguatan sistem informasi akuntansi keuangan yang terintegrasi dan berbasis teknologi, disertai dengan peningkatan pengendalian internal, diperlukan untuk mendukung terwujudnya akuntabilitas keuangan yang lebih baik pada Yayasan Tunas Insan Mulia Sawangan Depok.
Kata kunci: Sistem Informasi Akuntansi, Pengendalian Internal, Akuntabilitas, Yayasan.
References
DAFTAR PUSTAKA
COSO. (2013). Internal Control–Integrated Framework. New York: AICPA.
Hall, J. A. (2016). Accounting Information Systems. Cengage Learning.
Krina, L. L., & Lalolo, L. (2003). Indikator dan alat ukur prinsip akuntabilitas, transparansi dan partisipasi. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Kurniawan. (2014). Hukum Yayasan di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.
Mahmudi. (2015). Manajemen Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Mulyadi. (2016). Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.
Polutu, A., Mattoasi, M., & Usman, U. (2022). Pengaruh Kompetensi Aparat Desa, Sistem Pengendalian Internal dan Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa. Jambura Accounting Review, 3(2), 89-101.
Romney, M. B., & Steinbart, P. J. (2018). Accounting Information Systems. Pearson Education.
Susanto, A. (2017). Sistem Informasi Akuntansi. Bandung: Lingga Jaya.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2001 jo. UU Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
- Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya pada tahun jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka ).
JURNAL SEKRETARI: memiliki lisensi CC-BY-SA atau yang setara sebagai lisensi optimal untuk publikasi, distribusi, penggunaan, dan penggunaan kembali karya ilmiah.
Dalam mengembangkan strategi dan menetapkan prioritas, JURNAL SEKRETARI: Jurnal Sekretaris menyadari bahwa akses bebas lebih baik daripada akses berbayar, akses gratis lebih baik daripada akses gratis, dan libre di bawah CC-BY-SA atau yang setara lebih baik daripada libre di bawah kondisi terbuka yang lebih ketat. lisensi. Kita harus mencapai apa yang kita bisa ketika kita bisa. Kita tidak boleh menunda mencapai kebebasan untuk mencapai libre, dan kita tidak boleh berhenti pada kebebasan ketika kita bisa mencapai libre.
.png)