Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Toleransi
Keywords:
Pendidikan Karakter, Nilai-nilai, ToleransiAbstract
ABSTRAK
Indonesia adalah negara besar, heterogen dan majemuk. Pentignya toleransi di Indonesia agar menjadi negeri yang damai dan rukun diatas perbedaan yang ada. Penelitian ini mengenai pendidikan karakter religius berdasarkan nilai-nilai Toleransi yang diambil dari sirah nabawiyah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kisah-kisah apa saja yang mengandung nilai-nilai toleransi di dalam kisah Nabi Muhammad SAW sebagai dasar penguatan pendidikan karakter religius. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka (Library Research) yaitu teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan pada subyek penelitian, melainkan melalui beberapa buku, dapat berupa, buku-buku, majalah-majalah, pamphlet, dan bahan documenter lainnya. Hasil dari penelitian Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai toleransi dalam kisah Nabi Muhammad SAW ketika mengembali kambing, kisah ketika membawa dagangan yang berbeda suku, Kisah bersama pemuka Nasrani Waraqah bin Naufal dan Rahib Buhaira. Kisah bersama paman-pamannya dan orang yang lebih tua di kalangan Quraisy dan kisah bersama ketua kabilah ketika meletakkan Hajar Aswad.
Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Nilai-nilai, Toleransi
References
DAFTAR PUSTAKA
Al-Buthy, Said, Ramadhan. (2009). Fikih Sirah: Hikmah Tersirat dalam Lintas Sejarah Hidup Rasulullah Saw. Penerbit Hikmah.
Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahaman. (2013). Sirah Nabawiyah. Jakarta: Gema Insani
Asri, O. B. (2020). Membentuk Karakter Peserta Didik Melalui Budaya 5S. 1(1), 237– 242.https://radarsemarang.jawapos.com/rubrik/untukmu- guruku/2020/03/11/membentuk-karakter-peserta-didik-melalui-budaya-5s/
Bahri, Fadhli. (2000). Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1. Darul Falah : Jakarta Timur.
Hamzah, Amir. (2019). Metode Penelitian Kepustakaan (library Research) Kajian Filosofis, Teoritis dan Aplikatif, (Malang: Literasi Nusantara.
Gopari, F. (2019). Nilai-nilai pendidikan cinta tanah air dalam sirah nabawiyah: kajian tahun pertama Nabi Muhammad SAW di Madinah. http://eprints.walisongo.ac.id/10614/
Ismail, Faisal. (2017). Sejarah dan Kebudaya Islam Periode Klasik (Abad VII-XIII). Yogyakarta: IRCiSoD.
Kaelan. (2012). Metode Penelitian Kualitatif Interdisipliner. Yogyakarta : Paradigma.
Winarto. (1991). Penelitian Ilmiah. Bandung : Tasito.
Muhamad Sayyid Ramadhan al-Buthi. (2018). Fiqh as-sirah nabawiyah. Darussalam.
Mandayu, Y. Y. B. (2020). Pembentukan Karakter Toleransi Melalui Habituasi Sekolah. Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), 5(2), 31.https://doi.org/10.26737/jpipsi.v5i2.1598.
Noeng, Muhajdir. (1989). Metodologi Penelitian Kualitatif. (Yogyakarta: Rake Serasin.
S. Nasution. (1996). Metode Research : Penelitian Ilmiah. (Jakarta : Bumi Aksara.
Purnamasari, D. (2017). Pendidikan Karakter Berbasis Al-Quran. Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 1(1), 1. https://doi.org/10.29240/jbk.v1i1.233.
Pitaloka, D. L., Dimyati, D., & Purwanta, E. (2021). Peran Guru dalam Menanamkan Nilai Toleransi pada Anak Usia Dini di Indonesia. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak
Suyadi. (2013). Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Usia Dini, 5(2), 1696–1705. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.972
Zuhairi Misrawi. (2007) Al-Quran Kitab Tolernasi : Inklusifisme, Pluralisme, dan Multikulturalisme. Jakarta : Fitrah.
Zubaedi. Pedoman Penulisan (2015). Skripsi. (Bengkulu: Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu.
Zed, Mestika. (2008) Metode Penelitian KEPUSTAKAAN.Jakarta: Buku Obor.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
- Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya pada tahun jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka ).
JURNAL SEKRETARI: memiliki lisensi CC-BY-SA atau yang setara sebagai lisensi optimal untuk publikasi, distribusi, penggunaan, dan penggunaan kembali karya ilmiah.
Dalam mengembangkan strategi dan menetapkan prioritas, JURNAL SEKRETARI: Jurnal Sekretaris menyadari bahwa akses bebas lebih baik daripada akses berbayar, akses gratis lebih baik daripada akses gratis, dan libre di bawah CC-BY-SA atau yang setara lebih baik daripada libre di bawah kondisi terbuka yang lebih ketat. lisensi. Kita harus mencapai apa yang kita bisa ketika kita bisa. Kita tidak boleh menunda mencapai kebebasan untuk mencapai libre, dan kita tidak boleh berhenti pada kebebasan ketika kita bisa mencapai libre.
.png)