Strategi Komunikasi Pemasaran Melalui Podcast: Studi Kasus Penerimaan Mahasiswa Baru di Universitas Pamulang
Keywords:
Podcast, Komunikasi Pemasaran, Penerimaan Mahasiswa Baru, Media Digital, Universitas PamulangAbstract
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan podcast sebagai strategi komunikasi pemasaran dalam proses penerimaan mahasiswa baru di Universitas Pamulang. Di tengah perkembangan teknologi digital, institusi pendidikan dituntut untuk beradaptasi dengan berbagai bentuk media komunikasi, salah satunya adalah podcast. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus sebagai metode utama. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tim pemasaran Universitas Pamulang serta analisis konten podcast yang digunakan dalam kampanye promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa podcast mampu membangun kedekatan emosional dengan calon mahasiswa melalui penyampaian informasi yang menarik dan interaktif. Selain itu, podcast juga memberikan ruang yang lebih luas bagi institusi untuk menyampaikan keunggulan akademik dan pengalaman mahasiswa secara autentik. Kesimpulannya, podcast menjadi media alternatif yang efektif dalam mendukung strategi komunikasi pemasaran pendidikan tinggi.
Kata kunci : Kata Kunci: Podcast, Komunikasi Pemasaran, Penerimaan Mahasiswa Baru, Media Digital, Universitas Pamulang
References
DAFTAR PUSTAKA
Aryani, I. P., Anindhita, W., & Safitri, D. (2024). Pemanfaatan media digital sebagai pendidikan komunikasi pemasaran dalam meningkatkan kreativitas promosi produk UMKM. IPM2KPE Journal of Management and Business (JOMB), 6(2), 523–530. https://doi.org/10.35870/jimik.v5i1.428
Carterette, B., Jones, R., Jones, G. F., Eskevich, M., Reddy, S., Clifton, A., Yu, Y., & Karlgren, J. (2021). Podcast metadata and content: Episode relevance and attractiveness in ad hoc search. arXiv. https://arxiv.org/abs/2108.11460.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Sage Publications.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.
Reddy, S., Lazarova, M., Yu, Y., & Jones, R. (2021). Modeling language usage and listener engagement in podcasts. arXiv. https://arxiv.org/abs/2106.06605.
Sasmita, W., & Edlina, R. (2024). Strategi komunikasi pemasaran Dispar Kabupaten Dharmasraya dalam mempromosikan Festival Pamalayu. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Sosial (JKOMDIS), 4(1), 1–10.
Suryani, M. (2021). Generasi Z dan perubahan pola konsumsi informasi. Jurnal Ilmu Komunikasi, 15(2), 133–142.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
- Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya pada tahun jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka ).
JURNAL SEKRETARI: memiliki lisensi CC-BY-SA atau yang setara sebagai lisensi optimal untuk publikasi, distribusi, penggunaan, dan penggunaan kembali karya ilmiah.
Dalam mengembangkan strategi dan menetapkan prioritas, JURNAL SEKRETARI: Jurnal Sekretaris menyadari bahwa akses bebas lebih baik daripada akses berbayar, akses gratis lebih baik daripada akses gratis, dan libre di bawah CC-BY-SA atau yang setara lebih baik daripada libre di bawah kondisi terbuka yang lebih ketat. lisensi. Kita harus mencapai apa yang kita bisa ketika kita bisa. Kita tidak boleh menunda mencapai kebebasan untuk mencapai libre, dan kita tidak boleh berhenti pada kebebasan ketika kita bisa mencapai libre.
.png)