Analisis Kualitatif Perbandingan Indeks Sumber Daya Manusia Indonesia dengan Negara-Negara Asia Tenggara
Keywords:
indeks pembangunan manusia, sumber daya manusia, Indonesia, Asia Tenggara, studi kualitatifAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis posisi indeks sumber daya manusia Indonesia dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Indeks sumber daya manusia dalam penelitian ini dibatasi pada Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index sebagai proksi utama karena mengukur capaian kesehatan, pendidikan, dan standar hidup. Data penelitian bersumber dari Human Development Report 2025, publikasi Badan Pusat Statistik, dokumen ASEAN, dan literatur pembangunan manusia. Teknik analisis menggunakan analisis dokumen, reduksi data, kategorisasi tematik, dan interpretasi komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia berada pada kategori high human development dengan nilai HDI 0,728 dan peringkat 113 dunia. Dalam kawasan Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi menengah. Indonesia berada di bawah Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, tetapi berada di atas Filipina, Timor Leste, Laos, Myanmar, dan Kamboja. Kesenjangan utama terlihat pada harapan hidup, rata-rata lama sekolah, dan pendapatan nasional bruto per kapita. Temuan ini menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia Indonesia telah bergerak positif, namun belum cukup kuat untuk mengejar kelompok negara ber-HDI sangat tinggi di kawasan. Penguatan kualitas pendidikan, kesehatan preventif, produktivitas tenaga kerja, dan pemerataan wilayah menjadi agenda strategis yang perlu diprioritaskan.
Kata kunci: indeks pembangunan manusia, sumber daya manusia, Indonesia, Asia Tenggara, studi kualitatif
References
ASEAN. (2025). ASEAN 2045: Our shared future. ASEAN Secretariat. https://asean.org/wp-content/uploads/2025/05/ASEAN-2045-Our-Shared-Future.pdf
Badan Pusat Statistik. (2025, November 5). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2025 mencapai 75,90, meningkat 0,88 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 75,02 [Berita resmi statistik]. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/11/05/2480/indeks-pembangunan-manusia--ipm--indonesia-tahun-2025-mencapai-75-90--meningkat-0-88-poin-dibandingkan-tahun-sebelumnya-yang-sebesar-75-02-.html
Badan Pusat Statistik. (2025). Indeks pembangunan manusia 2024. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/id/publication/2025/05/15/dd9a3ce7dfae1c733e46338f/indeks-pembangunan-manusia-2024.html
Becker, G. S. (1993). Human capital: A theoretical and empirical analysis, with special reference to education (3rd ed.). University of Chicago Press.
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27-40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77-101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Sen, A. (1999). Development as freedom. Alfred A. Knopf.
United Nations Development Programme. (2025a). Human development report 2025: A matter of choice: People and possibilities in the age of AI. UNDP. https://hdr.undp.org/content/human-development-report-2025
United Nations Development Programme. (2025b). Table 1: Human Development Index and its components. Human Development Reports. https://hdr.undp.org/sites/default/files/2025_HDR/HDR25_Statistical_Annex_HDI_Table.pdf
World Bank. (2026). Human Capital Project. Retrieved June 15, 2026, from https://www.worldbank.org/en/publication/human-capital
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
- Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya pada tahun jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka ).
JURNAL SEKRETARI: memiliki lisensi CC-BY-SA atau yang setara sebagai lisensi optimal untuk publikasi, distribusi, penggunaan, dan penggunaan kembali karya ilmiah.
Dalam mengembangkan strategi dan menetapkan prioritas, JURNAL SEKRETARI: Jurnal Sekretaris menyadari bahwa akses bebas lebih baik daripada akses berbayar, akses gratis lebih baik daripada akses gratis, dan libre di bawah CC-BY-SA atau yang setara lebih baik daripada libre di bawah kondisi terbuka yang lebih ketat. lisensi. Kita harus mencapai apa yang kita bisa ketika kita bisa. Kita tidak boleh menunda mencapai kebebasan untuk mencapai libre, dan kita tidak boleh berhenti pada kebebasan ketika kita bisa mencapai libre.